RFID (Radio Frequency Identification)

Posted on Updated on

Dalam majalah ‘e Bizz Asia’ volume II No 20 – September 2004, ada sepuluh teknologi yang diperkirakan akan berpengaruh pada tahun-tahun mendatang salah satunya adalah RFID12.  Hal ini terbukti, pada tahun 2005 Wal-Mart telah berkeputusan untuk mengharuskan semua pemasoknya menerapkan RFID tags dan pada bulan januari di tahun yang sama Wal-Mart telah menerapkan 4 persen RFID reader di jalur ritel dan distribusinya[1].

Setahun kemudian, pada bulan Oktober 2006, pemerintah China men-set up 863 proyek nasional yang berbasis RFID dengan total budget 128 juta RMB. Proyek-proyek ini memfokuskan pada RFID UHF anti-collusion, RFID Middleware, RFID public Service infrastructure, RFID Tag Design, RFID Test Technology,RFID information integration technology, RFID Industry, etc.Semuanya mempunyai total: 20 sub-project. Untuk aplikasi, ada 5 bidang yang diutamakan, yaitu: Post Industry, manufacturing product Line, Pelacakan bagi produk, Counterfeit of wine dan Untuk aplikasi invoice pada manajemen keuangan[2].

Hal ini menunjukkan perkembangan RFID begitu pesat dari tahun ke tahun.  Sebenarnya apakah RFID itu?

A. Definisi RFID

RFID atau Radio Frequency Identification adalah sebuah metode identifikasi secara otomatis dengan menggunakan suatu piranti yang disebut RFID tag atau transponder[3].

B. Prinsip Kerja RFID

Pada prinsipnya, RFID menggunakan frekuensi radio untuk mengirimkan informasi atau data antara RFID tag dan RFID readernya, sehingga tidak memerlukan kontak fisik diantara keduanya untuk dapat berhubungan. Tidak diperlukannya kontak fisik inilah yang merupakan keunggulan utama dari RFID.

RFID yang bekerja pada sistem operasi rendah (tidak memerlukan kecepatan baca tinggi) beroperasi pada frekuensi rendah antara 300 Hz sampai 3 KHz. Sedangkan untuk yang bekerja pada sistem operasi tinggi beroperasi pada frekuensi tinggi antara 3 MHz sampai 30 MHz.[4]

Sebenarnya, penggunaan RFID ini sudah ada sejak tahun 1920-an.  Suatu teknologi yang dekat dengan RFID , dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939-an dan digunakan oleh Inggris untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman.[5]

Pada saat ini, perhatian terhadap RFID dalam lingkungan media massa maupun akademis yang populer, telah meningkat dalam beberapa tahun ini. Salah satu buktinya adalah usaha dari organisasi-organisasi yang besar seperti Wal-Mart, Procter and Gamble, dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk menggunakan RFID sebagai suatu alat untuk mengontrol  secara otomatis terhadap rantai supply mereka. Harga tag yang menurun dan standarisasi yang dinamis telah menyebabkan kita berada pada ambang ledakan penggunaan RFID[6].

C. Bagian-bagian RFID

Sistem RFID terdapat dua bagian utama, yaitu:

1)      RFID tag

Tag, juga biasa dikenal sebagai transponder. Transponder sendiri berasal dari kata transmitter dan responder. Suatu RFID tag adalah sebuah divais pembawa data yang terbuat dari silikon  chip dilengkapi sebuah radio antena kecil.[7]

RFID tag dapat menyimpan dan mengambil data jarak jauh bila readernya memancarkan sinyal RF dan direspon oleh tag. Kontak antara RFID tag dengan reader tidak dilakukan secara kontak langsung atau mekanik melainkan dengan pengiriman gelombang elektromagnet. Kode-kode RFID tag dapat dibaca pada jarak yang cukup jauh.

RFID tag standard mampu menyimpan data tidak lebih dari 128 bit. Sebagian besar memori tersebut dipakai untuk kode produk elektronik yang berisi informasi produsen, jenis produk, dan nomor serial. Karena setiap RFID tag adalah unik, maka dua buah makanan ringan dengan jenis yang sama akan memiliki kode yang berbeda, dimana sebaliknya jika menggunakan barcode semua produk sejenis akan menggunakan kode yang sama.

Setiap bagian Tag[8] terdiri dari:

a) Silicon Microprocessor

Ini adalah sebuah chip yang terletak dalam sebuah tag yang berfungsi sebagai penyimpan data.

b) Metal Coil

Sebuah komponen yang terbuat dari kawat alumunium yang berfungsi sebagai antena yang dapat beroprasi pada frekuensi 13,56 MHz. Jika sebuah tag masuk ke dalam jangkauan reader maka antena ini akan mengirimkan data yang ada pada tag kepada reader terdekat.

c) Encapsulating Material

Encapsulating Matrial adalah bahan yang membungkus tag yang terbuat dari bahan kaca.

Berdasarkan tipenya RFID tag dibagi menjadi tiga, yaitu:

a)      RFID tag aktif

RFID tag aktif, dimana tag tersebut diberi tenaga dengan menggunakan battery. Daya yang dibutuhkan oleh RFID tag sangat kecil, sehingga dari tag yang menggunakan battery tersebut dapat bertahan cukup lama (sampai battery habis). Bentuk RFID  aktif  umumnya  mem punyai ketebalan beberapa milimeter untuk tempat

Gambar 1       frekuensi RFID


Gambar 2 Bagian-bagian tag RFID[9]

baterainya. Sedangkan ukurannya bervariasi,  ada   yang   sebesar uang logam Rp 1.000, ada yang berupa gantungan kunci, ada yang berupa kartu nama, dan lain-lain[10]. Kelebihan dari tag aktif adalah jarak jangkauan untuk alat pembacaan data dapat membaca data yang terdapat didalam tag dari jarak yang cukup jauh. Jarak jangkau RFID aktif ini ada yang menjanjikan dapat sampai 100 meter, namun kelemahannya adalah ukuran akan menjadi besar karena terdapat baterai tambahan.

b)      RFID tag pasif

RFID tag pasif, dimana tag ini tidak menggunakan tenaga baterai (sumber energi diambil dari frekuensi yang dipancarkan oleh alat pemancar, dimana sistem kerjanya sama dengan lampu pada handphone yang menyala jika terdapat panggilan masuk), sehingga chip tersebut dapat dipergunakan selama-lamanya. Namun, kelemahan dari tag tipe ini adalah jarak jangkauan untuk alat pembaca data dapat membaca data yang terdapat didalam tag hanya berjarak beberapa cm. Untuk meningkatkan jarak baca pada chip tipe ini adalah dengan menambahkan antena external pada RFID tag tersebut.

c)      RFID tag semi-aktif

RFID tag semi aktif bekerja dengan menggunakan sumber tenaga bagi sistem rangkaiannya, namun sumber tenaga tidak diperlukan untuk menyuplai pengiriman sinyal balasan. Keuntungan tag jenis ini adalah lama masa hidup batreai yang lebih lama daripada tag aktif.

2)      RFID reader

RFID reader terdiri dari sebuah antena dan transceiver. Kerja yang dilakukan oleh RFID reader yaitu mengirimkan sinyal kepada transponder. Kemudian cara kerjanya sama dengan scaner barcode genggam seperti yang terdapat pada toko-toko sekarang.

Gambar 3 RFID Reader



[1]dikutip dari majalah e Bizz Asia volume II No 20 – September 2004

[2]dikutip dari GSI Indonesia, ditulis oleh Eddy Syahbudi, SE.

[3]Ariesa Rahardjo. Mengenal RFID (Radio Frequency Identification) (Online).(http://www.sony-ak.com/articles/rfid_introduction.php, diakses tanggal 27 September 2007)

[4]Jennifer Sarb.RFID:HowItWorks (online) (www.msu.edu/…/shoebox/school/TC201/index.html, diakses tanggal 28 September 2007)

[5] RFID – Wikipedia (http://en.wikipedia.org/)

[6] Ari Juels (2005), RFID Security and Privacy: A Research Survey,

http://www.rsasecurity.com/rsalabs/staff/bios/ajuels/publications/pdfs/rfid_surve

y_28_09_05.pdf, 2 Oktober 2006, 15.23 WIB

[7]Bhuptani Manish dan Moradpour Shahram. RFID Field Guide: Deploying Radio Frequency Identification Systems(ebook)

[8] Rivas,Mario, RFID – its Applications and Benefits, Philips, 2004

[9]Rivas,Mario, RFID – its Applications and Benefits, Philips, 2004

[10]John L Arifin.TeknologiRFIDMulaiPopuler (Online).(http://www.kompas.com/articles/rfid_introduction.php, diakses tanggal 28 September 2007).

Artikel Terkait :

  1. (Update Research) NASA kembangkan ROBOT ASTRONOT, kapan Indonesia menyusul…
  2. INTERNET Membuat 6 kali LEBIH SIBUK dari 3 Dekade yang lalu, Benarkah??
  3. (Update Research) Terlalu Menonton TV dan Online Bisa Picu kematian!!
  4. Listrik Satu Kota Dipercayakan pada Atap Rumah… WHY NOT??
  5. Hanya Sekaleng Soda untuk Menghidupkan Ponsel anda…
About these ads

One thought on “RFID (Radio Frequency Identification)

    adi said:
    May 15, 2012 at 10:06 am

    Mas, bisa minta contoh rangkaian RFID reader gak?
    Ow ya, kalo divais balise yang di kereta api tuh apakah sistem kerjanya juga seperti ini?
    Thx.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s